Rabu, 30 September 2015

BE CONFIDENT WITH YOUR ENGLISH SCORE



            Bahasa inggris seringkali menjadi momok bagi setiap orang di indonesia. Bahasa ini dikenal dengan aturan ‘’grammar’’ dan kosakata yang kerap kali menyulitkan sehingga  dianggap sebagai sesuatu yang tidak terlalu penting untuk dipelajari. Padahal definisi dari ‘’bahasa’’ sendiri adalah metode berkomunikasi, baik dengan tulisan ataupun berbicara. Di era modern ini, teknologi internet memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan orang lain yang jaraknya beratus ratus kilometer hanya dengan sentuhan jari. Lalu bagaimana kalau kita ingin berkomunikasi dengan orang asing dari seluruh penjuru dunia? Exactly, kita harus pakai jurus ‘’one for all’’, bahasa pemersatu dunia, ‘’international language’’ lebih kerennya.
Bahasa inggris sebagai bahasa internasional, memang bukan second language bagi orang indonesia sehingga untuk mempelajarinya kita butuh sedikit effort. Mulai dari belajar di sekolah, sampai harus merogoh kocek lebih untuk mengambil kelas di luar jam sekolah. Banyak orang dengan bangga menyebut dirinya sudah mahir berbahasa inggris, tetapi bila kita amati seringkali mereka berbicara tanpa aturan yang tepat, ‘’yang penting sama-sama mengerti, you and me ok’’. Anggapan ini sangatlah salah, karena dengan berbahasa inggris yang baik dan benar, justru akan menunjukkan value seseorang. Lalu bagaimana caranya mengukur kemampuan bahasa inggris kita?Tentu dengan sertifikat resmi yang diakui oleh dunia dan mencantumkan skor dari setiap aspek, speaking, writing, reading, dan listening, contohnya sertifikat yang dikeluarkan oleh ETS. Sertifikat ETS ini bisa didapatkan dengan mengikuti tes sesuai kebutuhan kita di kantor ITC terdekat. ITC memberikan pelayanan yang cepat, ramah, dan banyak voucher yang ditawarkan sehingga memudahkan kita untuk mengukur kemampuan bahasa inggris.Tes bahasa inggris ini bermacam-macam tergantung keperluan setiap orang, misalnya TOEIC yang bersifat vokasional, TOEFL dan IELTS yang bersifat akademis, dan masih banyak lagi. Well, lagi-lagi harus merogoh uang saku, tapi No Pain No Gain, No Proof Means Nonsense, kalau ada bukti so you can be confident to say’ ’Yes i can!’’ #TOEIC#FAS2015